Sunday, 26 April 2015

Resensi Buku : ISTI'AB

Isti'ab
Meningkatkan Kapasitas Rekrutmen Dakwah
(Fathi Yakan)



Makna Isti’ab

Yang dimaksud dengan Isti’ab (daya tampung)  adalah kemampuan da’i untuk menarik obyek dakwah (mad’u) dan merekrut mereka dengan segala perbedaan intelektual, kejiwaan, status sosial dan lain sebagainya.

Tingkat kemampuan dalam isti’ab

Tidak dipungkiri bahwa para da’i seperti halnya manusia lainnya, memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dalam isti’ab. Meski demikian da’i dituntut untuk memenuhi standar minimal dalam isti’ab, karena tanpa kemampuan ini tidak akan menjadi da’i dan aktivis di medan dakwah.

Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang  dengannya Allah mengutusku adalah bagaikan hujan yang turun ke bumi. Maka ada bagian bumi yang baik, ia menerima air hujan itu dengan baik lalu menumbuhkan tanaman dan rerumputan yang banyak. Ada juga bagian bumi yang menahan air, lalu Allah memberi manfaat kepada manusia dengan air tersebut, sehingga mereka bisa minum dan menyirami tanaman dari air tersebut. Bagian lainnya adalah padang tandus, ia sama sekali tidak bisa menyimpan air  dan juga tidak menumbuhkan apapun. Demikian itu perumpamaan orang yang diberi kepahaman dalam agama, lalu dia dapat memanfaatkan apa yang aku bawa itu, hingga dia senantiasa belajar dan mengajarkan apa yang ia pahami.dan perumpamaan orang yang sama sekali tidak  ambil peduli dan tidak mau menerima petunjuk Allah yang aku sampaikan” (HR Bukhori Muslim)

Isti’ab dan Keberhasilan Dakwah

Jika dakwah memiliki banyak dai yang mempunyai kemampuan istiab  untuk menarik masyarakat kepada islam dan pergerakan maka dakwah ini akan berhasil, jika disertai dengan syarat-syarat lain yang diperlukan.

Isti'ab Internal dan Eksternal

Istiab eksternal adalah kemampuan untuk penguasaan orang-orang yang berada di luar dakwah. Di luar pergerakan dan diluar organisasi atau orang yang belum bergabung.

Istiab internal adalah penguasaan terhadap orang-orang yang berada dalam organisasi. Yakni mereka yang telah tergabung dalam pergerakan atau jama’ah. Dua sisi ini saling melengkapi.Keduanya sangat penting dan sama-sama memerlukan kemampuan yang tinggi untuk menguasainya.

Isti’ab Eksternal

1. Kefahaman tentang Agama

Sesungguhnya ketertarikan masyarakat terhadap Islam pertama kali merupakan asas dan jalan yang benar yang menjadikan mereka muslim dan teguh dengan keislamannya dalam kondisi apapun, sedangkan jika ketertarikan tersebut hanya karena tertarik pada suatu pergerakan, maka wala’ yang akan diberikan juga untuk pergerakan itu dan bukan untuk islam.
Pada hari ini Islam mendapat ujian dengan adanya para da’iyang mengajak masyarakat untuk bergabung ke dalam berbagai pergerakannya padahal seharusnya ia mengajak kepada Islam. Ia menjelaskan kelebihan-kelebihan pergerakannya padahal seharusnya menjelaskan kelebihan-kelebihan islam.

Mendobrak pemikiran dan kejiwaan lebih susah dibandingkan mendobrak pos penjagaan

2. Keteladanan yang baik

Seseorang yang mengajak untuk berakhlak yang mulia , sedang akhlaknya sendiri tidak terpuji, maka tidak akan ada orang yang mau merespon dakwahnya, justru masyarakat akan menjauhinya.

” Hai orang-orang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat ? amat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” (Ash-Shaff :2-3)

Perumpamaan orang  yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain dan melupakan dirinya bagaikan lilin yang menerangi manusia dan membakar dirinya sendiri (HR Thabrani)
  
3. Kesabaran

Untuk merekrut dan mempengaruhi masyarakat dibutuhkan kesabaran bukan kejengkelan dan kepicikan. Hal ini disebabkan manusia memiliki kondisi kejiwaan yang bermacam-macam, memiliki kekurangan yang beragam, memiliki tabiat yang berbeda-beda. Dan memiliki kepentingan yang berlainan. Belum lagi problematika dan keprihatinan yang ada. Semua itu membutuhkan seseorang yang mampu menampungnya.

Di lain pihak hidayah tidak akan masuk ke dalam jiwa orang sekaligus, ia memerlukan usaha yang terus-menerus hingga mencapai tingkat yang diinginkan . ini semua membutuhkan kesabaran.

4. Santun dan Lemah Lembut

Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. Ali Imran 159

5. Memudahkan tidak mempersulit

Manusia memiliki karakter, kemampuan dan daya tahan yang berbeda-beda. Apa yang bisa dilakukan oleh seseorang belum tentu bisa dilakukan oleh orang lain. Apa yang cocok untuk seseorang belum tentu cocok untuk orang lain.

"Berjalanlah dengan menenggang perjalanan orang yang paling lemah diantara kalian". (alhadits)

"Mudahkanlah dan jangan mempersulit, senangkanlah mereka dan jangan membuat mereka lari" (HRBukhori Muslim)

"Sebaik-baik orang mukmin adalah orang yang mudah untuk jual beli, mudah dalam memutuskan perkara dan mudah dalam menagih hutang" (HR Tabrani)

6. Tawadhu’ dan merendahkan sayap

Sesungguhnya orang yang aku cintai adalah orang yang paling baik akhlaknya, yang merendahkan sayap, yang mau menghimpun, dan mau dihimpun. Sedangkan yang paling aku benci adalah orang yang mengadu domba, yang memecah belah orang-orang yang saling mencintai, dan mencari cari aib orang yang tidak berdosa (HR Tabrani)

7. Muka yang berseri-seri dan perkataan yang baik

Termasuk sifat yang dapat menyebabkan terbukanya hati masyarakat, sehingga mereka mau mendekat dan menerima apa yang disampaikan adalah muka yang selalu berseri-seri dan perkataan yang baik.

8. Dermawan dan berinfaq kepada orang lain

Kedermawanan dengan materi menunjukkan kelapangan jiwa, sebaliknya orang yang kikir menunjukkan kekerdilan jiwa.

a.  Islam mewajiblkan memuliakan tamu
b.  Memberi hadiah kepada orang lain termasuk akhlaq islami
c.  Menyantuni anak yatim dan fakir miskin, memperhatikan hak tetangga

9. Melayani orang lain dan membantu keperluan mereka

No comments: