Tuesday, 29 September 2015

INTERAKSI KITA BERSAMA AL QUR-AN

Bagaimana Kita Berinteraksi dengan Al Qur-an ?


1.       Beriman bahwa Al Qur-an adalah firman Allah SWT bukan makhluk Allah atau kalam lain.
(9:6/ 41:41-42)

  • Kita tidak menyerupakannya dengan sesuatu apapun dari perkataan makhluk-makhluk Allah. (69:41-43)
  • Membenarkan seluruh yang ada dalam Al Qur-an baik ayat yang muhkamat (sudah jelas maknanya dan pasti kandungan hukumnya, seperti : kewajiban shalat, shaum, dll) maupun mutasyabihat (ayat-ayat yang tidak bisa dipastikan maknanya atau artinya lebih dari satu/ banyak,  memungkinan untuk ikhtilaf).
3:7 = manusia yang hatinya kotor hanya membicarakan yag mutusyabihat.
Hikmahnya = untuk menguji iman.
  • Mengagungkan/ menghormati secara zhahir/kertas/mushhaf dan maknanya (56:77-80)

2.       Membacanya Dengan Sebenar-benar Bacaan. (2:121/ 27:91-92)

  • Menegakkan huruf-huruf Al Qur-an dalam membacanya/ membaguskannya, termasuk waqof. (73:4)
-          Berkata Rasulullah SAW “
Bacalah Al Qur-an dengan cara dan gaya orang arab dan suara mereka”.

  • Khusyu’ ketika tilawah (57:16/ 39:23/ 17:109/ 19:58)
-          Rasulullah SAW berkata :
Bacalah Al Qur-an dan menangislah, kalau kamu tidak bisa maka usahakan untuk menangis.”
-          Suatu saat Umar shalat subuh jadi imam kemudian membaca surah Yusuf. Kemudian ia menangis sampai air matanya ke tulang selangka, bahwa sesungguhnya tangisnya terdengar sampai shaff terakhir.
-          Dari Abi Raja’ berkata :
Aku melihat Ibnu Abbas dan di bawah kedua matanya ada bekas tanda hitam (seperti tali sandal) bekas ia menangis.”
-          Dari Abi Sholih berkata :
Serombongan manusia dari Yaman datang kepada Abu Bakar kemudian membaca Al Qur-an dan menangis. Demikianlah kamu dulu seperti itu.”
-          Berkata Imam Abu Hamid Al Ghazali :
Menangis sangat disukai ketika membaca Al Qur-an, atau ketika Al Qur-an dibacakan oleh orang lain. Caranya ialah dengan menghadirkan dalam hati kita rasa sedih. Pikirkanlah kandungan Al Qur-an yang berupa ancaman, janji (siksaan) yang pedih, berbagai macam perjanjian (Allah dengan hamba-hamba-Nya), lalu renungkanlah ringkasannya dari semua itu. Jika tetap tidak dapat menangis, seperti yang biasa dialami oleh orang-orang khawash (khusus), maka kondisi itulah yang harus dia tangisi, karena mendapat musibah yang amat besar buat kamu.”

3.       Tadabbur. (47:24/ 38:29)

  • Pengertian :
”Memahami ilmu Al Qur-an (tajwid, asbabun nuzul, makkah madaniyyah) dan tamsil.” (3:79/ 66:10-12)
-          Berkata Ibnu Mas’ud ra.:
Demi Allah, yang tidak ada Ilah selain-Nya, tidaklah turun dari satu surat pun kecuali aku mengetahuinya dan tidak turun satu ayat pun dari Al Qur-an kecuali aku mengetahuinya. Kalau saya tahu ada orang yang lebih mengetahui dari saya, saya bisa ke rumah dia dengan unta.”
·         Tunduk terhadap perintah dan larangan Al Qur-an. (24:51/ 32:36).
·         Selalu mentafakkurkan tentang keajaiban Al Qur-an (fil kauni).
·         Membahas/ mencari tahu mana ayat-ayat yang bersifat umum dan khusus, dan mencari mana ayat-ayat nasikh dan mansukh.

#  Sangat disukai mengulang-ulang satu ayat dalam rangka tadabbur.
-          Abu Dzar : ”Rasul shalat lalu membaca satu ayat (5:118) diulang-ulang sampai subuh.”
-          ’Ibad bin Hamzah : ”Aku masuk ke rumahny Asma’, ia sedang membaca ayat 52:27 maka Asma’ berhenti di situ dan mengulang-ulangnya dan berdo’a lama sekali, karena saya mempunyai keperluan, saya pergi ke pasar. Kemudian saya kembali, ia masih membacanya.
-          Said ibnu Jubair mengulang-ulang ayat 2:281, 82:6.

#  Berkata Ibrahim Al Khawash :
Obat hati ada lima :
1.       Baca Al Qur-an dengan tadabbur;
2.       Perut kosong/ banyak shaum;
3.       Qiyamullail;
4.       Istighfar di waktu sahur;
5.       Bergaul dengan orang-orang shaleh.


4.       Mengamalkan Baik Dustur (UU) Maupun Minhaj.

Berkata Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah:
Barangsiapa yang tidak membaca Al Qur-an, berarti dia telah meninggalkan Al Qur-an, barangsiapa yang membaca tapi tidak mentadabburkan berarti ia telah meninggalkan Al Qur-an. Barang siapa telah membaca, mentadabburi tetapi tidak mengamalkan, berarti ia telah meninggalkan Al Qur-an.”
Beliau berdalil dengan ayat 30:25.

5.       Menda’wahkan/ Memperjuangkan.

·         Menyebarkan ilmu-ilmu Al Qur-an (memasyarakatkan);

Berkata Rasulullah SAW:
Sebaik-baik orang diantara kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur-an dan mengamal-kannya.”

·         Membelanya dari orang-orang yang ingin menyelewengkan makna Al Qur-an.
(25:5-6/ 10:37-40)

Bermesraan Dengan Ibu Mertua

Bermesraan dengan ibu mertua? Tinggal dalam satu rumah? Kok bisa?

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa hubungan menantu wanita dengan ibu mertuanya seringkali tidak mesra. Terlebih bagi mereka yang tinggal dalam satu atap. Sebagaimana sebuah bahtera (perahu) yang memiliki dua orang nahkoda. Mertua menganggap menantunya tak becus mengurus rumah tangga; sementara menantu, merasa mertuanya terlalu ikut campur urusan keluarganya.

Masalah seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi bila keduanya dapat berkomunikasi dengan baik, dan pandai menempatkan diri dengan bijak. Di mata menantu, mertua adalah orang tua suami tercinta yang juga wajib dihormati layaknya orang tua sendiri, sementara bagi mertua, menantu adalah kekasih hati sang anak yang wajib disayangi layaknya anak sendiri.

Beberapa Tips agar bisa bermesraan dengan ibu mertua

  1. Buanglah jauh-jauh prasangka negatif terhadap ibu mertua. Posisikan ibu mertua layaknya ibu sendiri. Jika suatu ketika ibu mertua melakukan kesalahan, sikapilah seperti kita bersikap kepada ibu sendiri.
  2. Bila Anda kesal atau memiliki masalah dengan ibu mertua, cobalah melihat dari sudut pandang suami. Suami sebenarnya berada di dua pilihan. Jika dia membela Anda, ibunya tentu akan menganggapnya sebagai anak yang tidak menuruti orangtua. Tapi kalau dia membela ibunya, Anda akan kesal dan mengira suami sudah tidak cinta lagi. Untuk itulah Anda harus berusaha menempatkan diri pada posisi suami. Sebelum Anda minta suami melakukan sesuatu atas sikap ibunya, pikirkan dulu apa yang Anda akan buat jika menghadapi situasi tersebut. Bagaimana jika ternyata sikap menjengkelkan itu dilakukan ibu Anda? Sekali lagi, pikirkan dulu baik-baik sebelum berbuat suatu hal yang bisa memperburuk hubungan.
  3. Berusaha untuk tidak menceritakan setiap hal yang terjadi antara Anda dengan ibu mertua kepada suami.
  4. Biasakan bangun pagi sebelum mertua Anda bangun. Lakukan pekerjaan rumah yang bisa Anda lakukan. Dengan demikian mertua Anda akan menganggap Anda adalah menantu yang rajin bangun pagi dan rajin membantu pekerjaan rumah. Hal ini yang memberikan nilai lebih untuk diri Anda sendiri dan pastinya disayang mertua.
  5. Bantulah suami Anda untuk menjadi orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Nasehatilah ia agar senantiasa melakukan hal tersebut. Sesungguhnya, bakti Anda pada ibu mertua adalah keberkahan bagi Anda. Jika ibu mertua Anda mendapati anak laki-lakinya (suami) yang membuat Anda marah, ia akan mencegah dan membantu membuat Anda kembali damai dan rukun.
  6. Jangan mengomentari suami ketika ia mempersembahkan hadiah untuk ibunya. Sebaliknya, bantulah ia agar semakin sering memberikan hadiah. Atau kalau bisa, cobalah untuk memberikan hadiah khusus untuk ibu mertua. Sesekali ajaklah makan bersama di luar rumah atau membelikan oleh-oleh ketika bepergian ke luar kota. Walaupun tidak mahal, tetapi paling tidak memperlihatkan bahwa Anda perhatian terhadap beliau.
  7. Adapun jika ibu mertua benar-benar memiliki sifat yang bakhil (pelit), hendaknya istri tidak terlalu sering memberitahu ibu mertua tentang sebagian besar interaksi keuangannya. Hendaknya ia tidak terlalu sering membicarakan jumlah uang yang dibelanjakan, baik untuk pakaian maupun yang lain.
  8. Ajarilah anak-anak agar mereka mau mencintai, menyayangi, mentaati, dan menghormati neneknya. Ajaklah mereka untuk selalu mengunjunginya dan jangan jauhkan neneknya dari mereka. Ajarkan kepada mereka tata cara dan adab berkunjung kepada neneknya.
  9. Terakhir, hendaklah para istri memahami bahwa suatu saat mereka juga akan menjadi ibu mertua. Oleh karena itu, hendaklah mereka selalu berinteraksi dengan baik terhadap ibu mertuanya.

Wednesday, 23 September 2015

NAMA-NAMA SURGA DAN CALON PENGHUNINYA

SURGA


Nama-Nama Surga dan Calon Penghuninya


1. Surga Firdaus

Surga Firdaus diciptakan Allah SWT dari emas.

Calon Penghuninya adalah :

- Orang-orang yang khusyuk dan memelihara shalatnya;
- Orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna;
- Orang-orang yang menunaikan zakat;
- Orang-orang yang memelihara kemaluannya (kecuali terhadap istri-istrinya);
- Orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya.

Allah SWT berfirman :
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (1), (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya (2), dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna (3),dan orang-orang yang menunaikan zakat (4),dan orang-orang yang menjaga kemaluannya(5),kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela (6). Barangsiapa mencari yang di balik itu Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas (7). dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya (8).dan orang-orang yang memelihara shalatnya (9).mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi (10), (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya (11)." (QS. Al Mukminun : 1-11)


2. Surga 'Adn

Surga 'Adn diciptakan Allah SWT dari intan putih.

Calon penghuninya adalah :

- Orang yang mengerjakan kebaikan karena Allah SWT.

Allah SWT berfirman :

"Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. dan Sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan Itulah Sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa (30), (yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi Balasan kepada orang-orang yang bertakwa (31)" (QS. An Nahl : 30-31)

- Orang yang benar-benar beriman dan beramal sholeh.

Allah SWT berfirman :

"Dan Barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam Keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, Maka mereka Itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang Tinggi (mulia) (75), (yaitu) syurga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. dan itu adalah Balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan) (76)". (QS. Thohaa : 75-76)

- Orang yang banyak berbuat kebaikan.

Allah SWT berfirman :

"Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang Menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. yang demikian itu adalah karunia yang Amat besar (32). (bagi mereka) syurga 'Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera (33)." (QS. Faathir : 32-33)

- Orang yang bersabar karena berharap ridho Allah, menginfaqkan hartanya, dan membalas kejahatan dengan kebaikan.

Allah SWT berfirman :
"Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang Itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik) (22), (yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (23);" (QS. Ar Ra'du : 22-23)


3. Surga Na'im

Surga Na'im diciptakan Allah SWT dari perak putih.

Calon penghuninya adalah :

- Orang-orang yang beriman dan beramalah sholeh;

Allah SWT berfirman :

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka syurga-syurga yang penuh kenikmatan" (QS. Luqman : 8)

"Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam syurga yang penuh kenikmatan." (QS. Al Hajj : 56)

- Orang-orang yang bertaqwa.

Allah SWT berfirman :

"Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) syurga-syurga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya." (QS. Al Qalam : 34)

4. Surga Ma'wa

Surga Ma'wa diciptakan Allah dari Zamrut hijau.

Calon penghuninya adalah :

- Orang-orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman :

"Di dekatnya ada syurga tempat tinggal" (QS. An Najm : 15)

- Orang-orang yang benar-benar beriman dan beramal sholeh.

Allah SWT berfirman :

"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, Maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan." (QS. As Sajdah : 19)

- Orang-orang yang takut kebesaran Allah SWT dan menahan diri dari hawa nafsu.

Allah SWT berfirman :

"Dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya (40), Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya) (41)". (QS. An Nazi'at : 40-41)

5. Surga Darussalam

Surga Darussalam diciptakan Allah dari yakut merah.

Calon penghuninya adalah :

- Orang-orang yang kuat iman dan islamnya

Allah SWT berfirman :


- Orang-orang yang memperhatikan ayat-ayat Al Qur-an dan mengamalkannya karena Allah SWT.

Allah SWT berfirman :



6. Surga Darul Muqomah

Surga Darul Muqomah diciptakan Allah dari permata putih.

Calon penghuninya adalah :

- Orang-orang yang kebaikannya amat banyak dan sangat jarang berbuat keburukan.

Allah SWT berfirman :



7. Surga Al Maqoomul Amiin

Surga Al Maqoomul Amiin diciptakan Allah SWT dari emas.

Calon penghuninya adalah :

- Orang-orang yang keimanannya telah mencapai tingkat muttaqien, yaitu orang-orang yang benar-benar bertaqwa kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman :



8. Surga Khuldi

Surga Khuldi, surga ini diciptakan Allah SWT dari Marjan merah dan kuning.

Calon Penghuninya adalah :

- Orang-orang yang taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.

Allah SWT berfirman :

"Katakanlah: "Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa?" Dia menjadi Balasan dan tempat kembali bagi mereka?"." (QS. Al Furqan : 15)

NAMA-NAMA NERAKA DAN CALON PENGHUNINYA

NERAKA

Nama-Nama Neraka dan Calon Penghuninya

1. Neraka Jahanam

Calon Penghuninya adalah :

- Orang-orang Kafir
- Orang-orang Durhaka
- Orang-orang Munafik
- Orang-orang yang Enggan Mengeluarkan Zakat
- Orang-orang yang Mengikuti Ajaran Setan
- Orang-orang yang Menghadap Tuhan dalam Keadaan Berdosa


2. Neraka Jahiim

Calon Penghuninya adalah :

- Orang-orang yang Durhaka
- Orang-orang yang Mendustakan Ayat-ayat Allah
- Orang-orang yang Menentang Ayat-ayat Allah

3. Neraka Hawiyah

Calon Penghuninya adalah :

- Orang-orang yang lebih banyak dosanya dibandingkan dengan kebaikannya.

4. Neraka Wail

Calon Penghuninya adalah :

- Orang yang apabila menerima timbangan dari orang lain meminta dipenuhi, sebaliknya jika menimbang untuk orang lain mereka mengurangi.

5. Neraka Sa'ir

Calon Penghuninya adalah :

- Orang-orang Kafir
- Orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasulnya.
- Orang-orang yang menyimpang dari perintah Allah SWT
- Orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim
- Orang-orang yang tidak mengikuti petunjuk Allah
- Orang-orang yang terpedaya Setan.

6. Neraka Lazho

Calon Penghuninya adalah :

- Orang-orang yang berpaling dari Agama
- Orang-orang yang menimbun kekayaan tanpa mau berzakat.

7. Neraka Saqor

Calon Penghuninya adalah :

- Orang yang semasa hidupnya tidak pernah shalat, tidak pernah memberi makan orang miskin, suka membicarakan kebathilan, dan mendustakan hari Pembalasan.

8. Neraka Huthomah

Calon Penghuninya adalah :

- Orang yang suka mengunmpat, mencela dan berprasangka.

Pintu-Pintu Neraka

1. Hawiyah
2. Jahiim
3. Saqor
4. Lazho
5. Huthomah
6. Sa'ir


Monday, 21 September 2015

NAMA-NAMA SETAN DAN TUGASNYA

Allah SWT berfirman,

إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاء وَأَن تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

 "Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah." (QS. Al Baqarah : 169)


Allah SWT berfirman,
 
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

"Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu  wahai anak cucuk Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. Yaasiin : 60)
 

Nama-Nama Setan dan Tugasnya


1. Walhan

Setan ini bertugas menggoda manusia saat berwudhu, setan ini menggoda manusia agar selalu was-was ketika berwudhu agar mereka yang berwudhu berlebihan dalam menggunakan air.

Dari Ubay radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Untuk wudhu itu ada setan bernama Walhan, maka berhati-hatilah dari dia!"
Hasan radhiyallahu anhu berkata, "Setan yang menggoda ketika wudhu itu bernama Walhan, dia mentertawakan orang ketika sedang berwudhu." (HR. Ahmad) (Hadits Dha'if)

2. Khanzab

Setan ini bertugas menggoda manusia ketika shalat. Setan ini menggoda manusia agar selalu was-was ketika shalat, seperti ragu dalam niat shalat, atau ragu dalam hitungan rakaat shalat.

Utsman bin Abil Ash berkata, 'Aku bertanya kepada Rasulullah  Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Sesungguhnya setan menghalangi saya dalam shalat dan bacaan Al Qur-an, dia melancarkan talbisnya terhadap saya." Rasulullah bersabda, "Itu adalah setan yang bernama Khanzab. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka mohonl;ah perlindungan kepada Allah tiga kali dan meludahlah ke arah kirimu." Kemudian aku melakukannya, lalu Allah melenyapkan dia dariku." (HR. Muslim). (Hadits Shahih)


3. Zallanbur

Setan ini yang menggoda manusia di pasar. Mereka menggoda pedagang untuk berbuat curang, mengurangi takaran barang, bersumpah palsu, berbohong dan lain-lain.

4. A'war

Setan ini bertugas mempengaruhi dan menggoda laki-laki dan perempuan untuk melakukan zina, atau melakukan perbuatan maksiat.

5. Al Wasnan

Setan ini bertugas memberatkan kepala dan mata orang supaya malas untuk beribadah dan mengajak orang untuk berbuat maksiat.

6. Tabr

Setan ini bertugas menggoda manusia saat ditimpa musibah. Menggoda manusia agar tidak bersabar ksaat tertimpa musiabh, banyak mengeluh, menggerutu, dan lain-lain.

7. Dasim

Setan yang menggoda manusia ketika makan dan aktifitas sehari-hari lainnya. Setan ini menggoda manusia agar tidak berdoa ketika makan, tidak berdoa ketika mau tidur dan dalam setiap kegiatan manusia sehari-hari. Setan ini juga menggoda suami istri untuk berselingkuh.

8. Matwun

Setan yang menggoda manusia ketika manusia berbicara. Mengajarkan untuk berbohong dan tidak jujur.

9. Abyad

Setan ini menggoda orang alim. Setan ini menggoda para Nabi, para ulama, dan pemuka-pemuka lainnya.

Wednesday, 16 September 2015

Keutamaan Puasa Arafah

Keutamaan & Keistimewaan Hari 'Arafah

Hari 'Arafah merupakan salah satu hari yang istimewa, karena pada hari itu Allah SWT membanggakan para hamba-Nya yang sedang berkumpul di 'Arafah di hadapan para Malaikat-Nya.

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka kemudian akan menampakkan keutamaan mereka (para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah) kepada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim)

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Hari Arofah adalah hari pembebasan dari api neraka. Pada hari itu, Allah akan membebaskan siapa saja yang sedang wukuf di Arofah dan penduduk negeri kaum muslimin yang tidak melaksanakan wukuf. Oleh karena itu, hari setelah hari Arofah –yaitu hari Idul Adha- adalah hari ‘ied bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Baik yang melaksanakan haji dan yang tidak melaksanakannya sama-sama akan mendapatkan pembebasan dari api neraka dan ampunan pada hari Arofah.” (Lathoif Al Ma’arif, 482)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir" (Tidak ada Ilah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya-lah segala kerajaan dan segala pujian, Allah Maha Menguasai segala sesuatu).” (HR. Tirmidzi, hasan)

Hari Arafah adalah hari disempurnakannya agama Islam dan digenapkannya nikmat.

عَنْ  طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ ، قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ مِنَ الْيَهُودِ إِلَى عُمَرَ ، فَقَالَ : يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ آيَةٌ فِي كِتَابِكُمْ تَقْرَءُونَهَا ، لَوْ عَلَيْنَا نَزَلَتْ ، مَعْشَرَ الْيَهُودِ ، لَاتَّخَذْنَا ذَلِكَ الْيَوْمَ عِيدًا ، قَالَ : وَأَيُّ آيَةٍ ؟ قَالَ : { الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ ، وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي ، وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا  } ، فَقَالَ  عُمَرُ : إِنِّي لَأَعْلَمُ الْيَوْمَ الَّذِي نَزَلَتْ فِيهِ ، وَالْمَكَانَ الَّذِي نَزَلَتْ فِيهِ ، ” نَزَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَفَاتٍ فِي يَوْمِ جُمُعَةٍ “ -

Dari Thariq bin Syihab berkata: “Seorang pendeta Yahudi datang kepada Umar bin Khathab dan berkata, “Wahai amirul mukminin, ada sebuah ayat dalam kitab suci kalian yang senantiasa kalian baca. Seandainya ayat tersebut diturunkan kepada kami, kaum Yahudi, niscaya hari turunnya ayat tersebut akan kami tetapkan sebagai hari raya.

Umar bertanya, “Ayat yang mana?” Pendeta Yahudi itu menjawab, “Ayat : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nimat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. (QS. Al-Maidah (5): 3).”

Umar berkata, “Sungguh aku mengetahui hari dan tempat turunnya ayat tersebut. Ayat tersebut turun kepada Rasulullah saat beliau wuquf di 'Arafah pada hari Jum’at.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Pahala Orang yang Shaum hari 'Arafah

Dari Abu Qatadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari ‘Asyura’ (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim).

Imam An Nawawi dalam Al Majmu' berkata, "Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi'i, disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah. Adapun orang yang sedang berhaji dan saat itu sedang berada di Arafah, disunnahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa karena adanya hadits dari Ummul Fadhl."

عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ

Dari Ummul Fadhl binti AL Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, 'Beliau berpuasa.' Sebagian lainnya mengatakan, 'Beliau tidak berpuasa'. Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya." (HR. Bukhari, no. 1988; Muslim, no. 1123)

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, "Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya." (HR. Muslim)

Barangsiapa yang ingin membebaskan dirinya dari api neraka dan diampuni dosa-dosanya pada hari Arafah, maka hendaklah melakukan hal-hal yang dapat membebaskannya dari api neraka dan mendapatkan ampunan Allah Ta'ala. Diantaranya adalah:

1. Puasa pada Hari Arafah.

Dari Abu Qatadah bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

"Puasa pada hari Arafah, saya berharap kepada Allah semoga Allah mengampuni dosa-dosa tahun sebelumnya dan dosa-dosa tahun sesudahnya." (HR. Muslim)

2. Menjaga Pancaindra dari apa-apa yang diharamkan pada hari itu. 

كَانَ الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ  رَدِيفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَرَفَةَ ، قَالَ : فَجَعَلَ الْفَتَى  يَلْحَظُ النِّسَاءَ ، وَيَنْظُرُ إِلَيْهِنَّ ، قَالَ : وَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْرِفُ وَجْهَهُ بِيَدِهِ مِنْ خَلْفِهِ مِرَارًا ، قَالَ : وَجَعَلَ الْفَتَى يُلَاحِظُ إِلَيْهِنَّ ، قَالَ : فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " ابْنَ أَخِي إِنَّ هَذَا يَوْمٌ مَنْ مَلَكَ فِيهِ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ وَلِسَانَهُ غُفِرَ لَهُ

“Fadhl bin Abbas membonceng Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pada hari Arafah. Fadhl yang saat itu masih sangat muda memandang dan mengawasi para wanita di Arafah. Maka Rasulullah SAW berkali-kali menggerakkan tangannya untuk memalingkan wajah Fadhl dari memandang mereka. Namun Fadhl berkali-kali memandang ke arah mereka lagi. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Anak saudaraku, pada hari ini barang siapa mampu mengendalikan pendengaran, penglihatan, dan lisannya, niscaya ia akan diampuni Allah.” (HR. Ahmad, Ibnu Sa’ad, Abu Ya’la, Ibnu Khuzaimah, Ath-Thabarani, dan Al-Baihaqi.)

3. Memperbanyak mengucapkan kalimat Syahadat dengan ikhlash dan benar, karena tauhid adalah dasar dan pondasi agama Islam yang telah Allah Ta'ala sempurnakan pada hari Arafah.

Dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya (Abdullah bin Amr bin Al-Ash) radhiallahu anhu bahwa Nabi -shallallahu alaihi wasallam- bersabda,

خَيْرُ الدُّعاءِ دعاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ. وَخَيْرُ ما قُلْتُ أَنا وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِي: لا إله إلا الله وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Doa terbaik adalah doa di hari Arafah. Dan ucapan terbaik yang saya dan para nabi sebelumku pernah ucapkan adalah, “LAA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAY`IN QADIR (Tidak ada sembahan yang hak selain Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya milik-Nya semua kekuasaan, hanya milik-Nya semua pujian, dan Dia Maha Mampu atas segala sesuatu).” (HR. At-Tirmizi no. 3585 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmizi: 3/184)

4. Banyak berdoa untuk diampuni dan dibebaskan dari api neraka karena diharapkan doa akan dikabulkan saat itu.

Ibnu Abi Dun-ya meriwayatkan dari Ali ra, ia berkata, "Tidak ada hari yang berlalu di dunia, kecuali Allah membebaskan beberapa hamba-Nya dari neraka, dan tidak ada hari yang Allah bebaskan hamba-Nya lebih banyak daripada hari Arafah. Oleh karena itu, perbanyaklah kalian mengucapkan, 
"Allahumma a'tiq raqabati minan naar, 
wa awsi' li minar rizqil halal, 
washrif 'anni fasaqatil jinni wal insi
(Ya Allah bebaskanlah diriku dari api neraka, karuniakanlah rezeki yang halal kepadaku, dan jauhkanlah manusia dan jin yang jahat dariku).
(Lathoif Al Ma’arif)


Sunday, 13 September 2015

Keutamaan 10 Hari Pada Bulan Dzulhijjah dan Amalan-amalan Yang Disyari'atkan

Keutamaan 10 Hari Pada Bulan Dzulhijjah


Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda,

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

"Tidak ada amalan shalih yang dilakukan pada suatu hari yang lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yakni sepuluh hari pada bulan Dzulhijjah." Para shahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?" Beliau menjawab, "Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan mempertaruhkan jiwa dan hartanya, lalu ia tidak kembali dengan sesuatu apapun juga." (HR. Al-Bukhari).

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ماَ مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ سُبْحَانَهُ وَلاَ أَحَبُّ إِلَى اللهِ الْعَمَلُ فِيْهِنَّ مِنْ هَذِهِ اْلأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوْا فِيْهِنَّ مِنَ التَّهْلِيْلِ وَالتَّكْبِيْرِ وَالتَّحْمِيْدِ - رواه الطبراني

Dari Ibnu Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari-hari yang dianggap lebih agung oleh Allah SWT dan lebih disukai untuk digunakan sebagai tempat beramal, sebagaimana sepuluh hari pertama di bulan dzulhijjah ini. Karenanya, perbanyaklah pada hari-hari itu bacaan tahlil, takbir dan tahmid”. (HR. Thabrani)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ - رواه الترمذي

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah SWT untuk digunakan beribadah sebagaimana halnya hari-hari sepuluh dzulhijjah. Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan shalat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan shalat pada malam lailatul qadar.” (HR. Turmudzi)

Ibnu Hajar mengemukakan (dalam Fathul-Baari), 'Tampaknya sebab mengapa sepuluh hari dzulhijjah diistimewakan adalah karena pada hari tersebut merupakan waktu berkumpulnya ibadah-ibadah utama, seperti shalat, shaum, shadaqah dan haji dan tidak ada selainnya waktu seperti itu.”

Sebagian Ulama lainnya juga mengemukakan bahwa “Sepuluh hari dzulhijjah adalah hari-hari yang paling utama, sedangkan malam-malam terakhir bulan ramadhan adalah malam-malam yang paling utama.”

Imam Ibnu Taimiyah pernah ditanya, manakah yang lebih utama, sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan ataukah sepuluh hari di bulan Dzulhijjah? Lalu Syeikh Ibnu Taimiyah menjawab: “Sepuluh hari di siang Dzulhijjah lebih utama dari sepuluh hari di bulan Ramadhan, dan sepuluh hari di malam-malam bulan Ramadhan lebih utama dari sepuluh malam di bulan Dzulhijjah”. (Majmu’ Fatawa Jil. 25/254)

Kemudian Imam Ibnul Qoyyim mengatakan, kalau sekiranya kalian perhatikan dengan seksama bahwa tidak ada amalan yang lebih dicintai oleh Allah dari sepuluh hari di bulan Dzulhijjah di dalamnya ada hari Arofah, ada hari Qurban dan ada hari Tarwiyah. Adapun pada sepuluh terakhir di bulan Ramadhan di sana adalah malam-malam yang selalu dihidupkan oleh Rosulullah dengan qiyamullail yang malamnya ada lailatul Qodr yang lebih baik dari seribu bulan”. (Bada’il Fawaid 3/660)

Keutamaan-Keutamaan Lain pada 10 Hari Bulan Dzulhijjah, selain yang telah disebutkan di atas, antara lain adalah:

Pertama, Allah SWT bersumpah  dengannya secara umum dan khususnya  dengan sebagian hari  pada bulannya.

Allah Ta'ala berfirman,

والْفَجْرِ* وَلَيَالٍ عَشْرٍ*
"Demi Fajar, Demi malam yang sepuluh." (QS. Al-Fajr: 1-2)

Ibnu Katsir berkata, yang dimaksud adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Kedua, Bulan ini termasuk empat puluh hari yang Allah janjikan kepada Musa Alaihissalam.
Allah SWT berfirman,

وَوَاعَدْنَا مُوسَىٰ ثَلَاثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ
"Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi) ..." (QS. Al-A'raaf: 142).

Ketiga, Bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang Allah syariatkan untuk banyak berdzikir atas rizki yang diberikan berupa binatang ternak.

Allah SWT berfirman:
"Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh, agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka  menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rizki yang Dia berikan kepada mereka berupa hewan ternak ..." (QS. Al-Hajj: 27-28)


Amalan-Amalan Yang Disyari'atkan pada Bulan Dzulhijjah

1.  Melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah
 
2.  Puasa Sunnah, khususnya pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah)

عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ - رواه مسلم
Dari Abu Qatadah ra, bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, "Akan menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu dan yang akan datang." (HR. Muslim)

3.  Memperbanyak Takbir, Tahlil, dan Tahmid pada hari-hari tersebut.

4.  Bertaubat dan meninggalkan berbagai bentuk kemaksiatan.

5.  Berqurban pada hari raya Idhul Adha atau hari-hari Tasyrik

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ 
(رواه الترمذي وابن ماجه)
Dari Aisyah rah bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang anak cucu Adam melakukan satu amalan pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah SWT dibandingkan dengan menyembelih hewan qurban. Dan sesungguhnya hewan qurban itu akan datang pada hari qiyamat dengan tanduknya, bulunya dan kukunya. Dan darah hewan qurban itu akan sampai di sisi Allah SWT sebelum sampai ke bumi." (HR. Turmudzi dan Ibnu Majah)

6.  Dianjurkan bagi yang ingin berqurban dan telah masuk bulan dzulhijjah, untuk tidak mencabut atau memotong rambut dan kuku, sampai ia menyembelih hewan qurbannya.

Rasulullah SAW bersabda:
Jika telah masuk hari sepuluh bulan dzulhijjah, dan salah seorang diantara kalian ingin berkurban, maka hendaklah ia tidak mencabut rambutnya dan memotong kukunya.(HR. Muslim dan Ahmad).

Dan apabila seseorang baru berniat untuk berkurban di tengah hari-hari yang sepuluh itu, maka hendaknya dia menahan diri (untuk memotong kuku, mencabut rambut dsb) sejak dia niat berkurban.

7.  Perbanyak Takbir pada Hari Raya Idhul Adha dan Hari-hari Tasyrik

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ

Ibnu ‘Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10  hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq.” Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah. (HR. Bukhari)

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ماَ مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ سُبْحَانَهُ وَلاَ أَحَبُّ إِلَى اللهِ الْعَمَلُ فِيْهِنَّ مِنْ هَذِهِ اْلأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوْا فِيْهِنَّ مِنَ التَّهْلِيْلِ وَالتَّكْبِيْرِ وَالتَّحْمِيْدِ - رواه الطبراني

Dari Ibnu Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari-hari yang dianggap lebih agung oleh Allah SWT dan lebih disukai untuk digunakan sebagai tempat beramal, sebagaimana sepuluh hari pertama di bulan dzulhijjah ini. Karenanya, perbanyaklah pada hari-hari itu bacaan tahlil, takbir dan tahmid”. (HR. Thabrani)


8.  Melaksanakan Shalat Idhul Adha pada Hari Raya Idhul Adha dan Mendengarkan Khutbahnya.

Thursday, 10 September 2015

Cara Mengurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)

(update per 11-09-2015)

Mengurus Surat-surat sebagai prasyarat melamar pekerjaan atau mendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi sangat utama. Salah satunya adalah Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) atau yang dulu dikenal dengan nama SKKB (Surat Keterangan Kelakuan Baik). SKCK ini berfungsi sebagai keterangan bahwa yang bersangkutan memiliki perilaku yang baik, dalam arti tidak pernah melakukan tindak pidana atau tidak pernah melanggar hukum.

Tata cara permohonan untuk memperoleh SKCK dapat dilakukan dengan cara :
  1. Manual/ Mendaftar secara langsung di loket pelayanan SKCK yang berada di kantor Polsek/Polres/Polda/Markas Besar dengan membawa dokumen yang dipersyaratkan serta mengisi formulir yang telah disiapkan oleh petugas; atau
  2. Melakukan pendaftaran permohonan SKCK secara online dengan cara mengunggah (upload) dokumen yang dipersyaratkan serta mengisi form yang tersedia sesuai dengan urutan.
Dokumen yang dipersyaratkan untuk permohonan SKCK secara Manual adalah sebagai berikut :
  • Surat Pengantar Kelurahan;
  • Fotokopi KTP;
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK);
  • Fotokopi Akte Kenal Lahit;
  • Foto diri ukuran 4 x 6 berwarna latar belakang merah

Dokumen yang dipersyaratkan untuk permohonan SKCK secara online adalah sebagai berikut :

1. Pemohon Warga Negara Indonesia (WNI):
  • Copy Scan KTP asli;
  • Copy Scan Kartu Keluarga (KK) asli;
  • Copy Scan Akte Kenal Lahir asli;
  • Copy Scan identitas lain bagi pemohon yang belum memenuhi syarat memperoleh KTP;
  • Copy Scan foto diri ukuran 4 x 6 berwarna latar belakang merah, berpakaian sopan, tampak muka. Bagi pemohon yang mengenakan jilbab harus tampak muka;
  • Copy Scan Paspor bagi WNI yang akan keluar negeri dalam rangka sekolah/kunjungan/penerbitan VISA;
Pada saat pengambilan SKCK di loket pelayanan, pemohon WAJIB menunjukkan dokumen asli yang dipersyaratkan di atas kepada petugas loket guna keperluan verifikasi.

2. Pemohon Warga Negara Asing (WNA):

  • Copy Scan Surat permohonan (asli) sponsor, perusahaan, lembaga yang mempekerjakan, menggunakan atau yang bertanggung jawab terhadap WNA;
  • Copy Scan Paspor asli;
  • Copy Scan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) asli atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) asli;
  • Copy Scan foto diri ukuran 4 x 6 berwarna latar belakang kuning, berpakaian sopan, tampak muka. Bagi pemohon yang mengenakan jilbab harus tampak muka;
  • Copy Scan Surat Nikah asli dan KTP asli suami/istri bagi WNA yang mendapat sponsor dari WNI.
Pada saat pengambilan SKCK di loket pelayanan, pemohon WAJIB menunjukkan dokumen asli yang dipersyaratkan di atas kepada petugas loket guna keperluan verifikasi.