Tuesday, 29 September 2015

INTERAKSI KITA BERSAMA AL QUR-AN

Bagaimana Kita Berinteraksi dengan Al Qur-an ?


1.       Beriman bahwa Al Qur-an adalah firman Allah SWT bukan makhluk Allah atau kalam lain.
(9:6/ 41:41-42)

  • Kita tidak menyerupakannya dengan sesuatu apapun dari perkataan makhluk-makhluk Allah. (69:41-43)
  • Membenarkan seluruh yang ada dalam Al Qur-an baik ayat yang muhkamat (sudah jelas maknanya dan pasti kandungan hukumnya, seperti : kewajiban shalat, shaum, dll) maupun mutasyabihat (ayat-ayat yang tidak bisa dipastikan maknanya atau artinya lebih dari satu/ banyak,  memungkinan untuk ikhtilaf).
3:7 = manusia yang hatinya kotor hanya membicarakan yag mutusyabihat.
Hikmahnya = untuk menguji iman.
  • Mengagungkan/ menghormati secara zhahir/kertas/mushhaf dan maknanya (56:77-80)

2.       Membacanya Dengan Sebenar-benar Bacaan. (2:121/ 27:91-92)

  • Menegakkan huruf-huruf Al Qur-an dalam membacanya/ membaguskannya, termasuk waqof. (73:4)
-          Berkata Rasulullah SAW “
Bacalah Al Qur-an dengan cara dan gaya orang arab dan suara mereka”.

  • Khusyu’ ketika tilawah (57:16/ 39:23/ 17:109/ 19:58)
-          Rasulullah SAW berkata :
Bacalah Al Qur-an dan menangislah, kalau kamu tidak bisa maka usahakan untuk menangis.”
-          Suatu saat Umar shalat subuh jadi imam kemudian membaca surah Yusuf. Kemudian ia menangis sampai air matanya ke tulang selangka, bahwa sesungguhnya tangisnya terdengar sampai shaff terakhir.
-          Dari Abi Raja’ berkata :
Aku melihat Ibnu Abbas dan di bawah kedua matanya ada bekas tanda hitam (seperti tali sandal) bekas ia menangis.”
-          Dari Abi Sholih berkata :
Serombongan manusia dari Yaman datang kepada Abu Bakar kemudian membaca Al Qur-an dan menangis. Demikianlah kamu dulu seperti itu.”
-          Berkata Imam Abu Hamid Al Ghazali :
Menangis sangat disukai ketika membaca Al Qur-an, atau ketika Al Qur-an dibacakan oleh orang lain. Caranya ialah dengan menghadirkan dalam hati kita rasa sedih. Pikirkanlah kandungan Al Qur-an yang berupa ancaman, janji (siksaan) yang pedih, berbagai macam perjanjian (Allah dengan hamba-hamba-Nya), lalu renungkanlah ringkasannya dari semua itu. Jika tetap tidak dapat menangis, seperti yang biasa dialami oleh orang-orang khawash (khusus), maka kondisi itulah yang harus dia tangisi, karena mendapat musibah yang amat besar buat kamu.”

3.       Tadabbur. (47:24/ 38:29)

  • Pengertian :
”Memahami ilmu Al Qur-an (tajwid, asbabun nuzul, makkah madaniyyah) dan tamsil.” (3:79/ 66:10-12)
-          Berkata Ibnu Mas’ud ra.:
Demi Allah, yang tidak ada Ilah selain-Nya, tidaklah turun dari satu surat pun kecuali aku mengetahuinya dan tidak turun satu ayat pun dari Al Qur-an kecuali aku mengetahuinya. Kalau saya tahu ada orang yang lebih mengetahui dari saya, saya bisa ke rumah dia dengan unta.”
·         Tunduk terhadap perintah dan larangan Al Qur-an. (24:51/ 32:36).
·         Selalu mentafakkurkan tentang keajaiban Al Qur-an (fil kauni).
·         Membahas/ mencari tahu mana ayat-ayat yang bersifat umum dan khusus, dan mencari mana ayat-ayat nasikh dan mansukh.

#  Sangat disukai mengulang-ulang satu ayat dalam rangka tadabbur.
-          Abu Dzar : ”Rasul shalat lalu membaca satu ayat (5:118) diulang-ulang sampai subuh.”
-          ’Ibad bin Hamzah : ”Aku masuk ke rumahny Asma’, ia sedang membaca ayat 52:27 maka Asma’ berhenti di situ dan mengulang-ulangnya dan berdo’a lama sekali, karena saya mempunyai keperluan, saya pergi ke pasar. Kemudian saya kembali, ia masih membacanya.
-          Said ibnu Jubair mengulang-ulang ayat 2:281, 82:6.

#  Berkata Ibrahim Al Khawash :
Obat hati ada lima :
1.       Baca Al Qur-an dengan tadabbur;
2.       Perut kosong/ banyak shaum;
3.       Qiyamullail;
4.       Istighfar di waktu sahur;
5.       Bergaul dengan orang-orang shaleh.


4.       Mengamalkan Baik Dustur (UU) Maupun Minhaj.

Berkata Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah:
Barangsiapa yang tidak membaca Al Qur-an, berarti dia telah meninggalkan Al Qur-an, barangsiapa yang membaca tapi tidak mentadabburkan berarti ia telah meninggalkan Al Qur-an. Barang siapa telah membaca, mentadabburi tetapi tidak mengamalkan, berarti ia telah meninggalkan Al Qur-an.”
Beliau berdalil dengan ayat 30:25.

5.       Menda’wahkan/ Memperjuangkan.

·         Menyebarkan ilmu-ilmu Al Qur-an (memasyarakatkan);

Berkata Rasulullah SAW:
Sebaik-baik orang diantara kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur-an dan mengamal-kannya.”

·         Membelanya dari orang-orang yang ingin menyelewengkan makna Al Qur-an.
(25:5-6/ 10:37-40)

No comments: