Bermesraan dengan ibu mertua? Tinggal dalam satu rumah? Kok bisa?
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa hubungan menantu wanita dengan ibu mertuanya seringkali tidak mesra. Terlebih bagi mereka yang tinggal dalam satu atap. Sebagaimana sebuah bahtera (perahu) yang memiliki dua orang nahkoda. Mertua menganggap menantunya tak becus mengurus rumah tangga; sementara menantu, merasa mertuanya terlalu ikut campur urusan keluarganya.
Masalah seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi bila keduanya dapat berkomunikasi dengan baik, dan pandai menempatkan diri dengan bijak. Di mata menantu, mertua adalah orang tua suami tercinta yang juga wajib dihormati layaknya orang tua sendiri, sementara bagi mertua, menantu adalah kekasih hati sang anak yang wajib disayangi layaknya anak sendiri.
Beberapa Tips agar bisa bermesraan dengan ibu mertua
- Buanglah jauh-jauh prasangka negatif terhadap ibu mertua. Posisikan ibu mertua layaknya ibu sendiri. Jika suatu ketika ibu mertua melakukan kesalahan, sikapilah seperti kita bersikap kepada ibu sendiri.
- Bila Anda kesal atau memiliki masalah dengan ibu mertua, cobalah melihat dari sudut pandang suami. Suami sebenarnya berada di dua pilihan. Jika dia membela Anda, ibunya tentu akan menganggapnya sebagai anak yang tidak menuruti orangtua. Tapi kalau dia membela ibunya, Anda akan kesal dan mengira suami sudah tidak cinta lagi. Untuk itulah Anda harus berusaha menempatkan diri pada posisi suami. Sebelum Anda minta suami melakukan sesuatu atas sikap ibunya, pikirkan dulu apa yang Anda akan buat jika menghadapi situasi tersebut. Bagaimana jika ternyata sikap menjengkelkan itu dilakukan ibu Anda? Sekali lagi, pikirkan dulu baik-baik sebelum berbuat suatu hal yang bisa memperburuk hubungan.
- Berusaha untuk tidak menceritakan setiap hal yang terjadi antara Anda dengan ibu mertua kepada suami.
- Biasakan bangun pagi sebelum mertua Anda bangun. Lakukan pekerjaan rumah yang bisa Anda lakukan. Dengan demikian mertua Anda akan menganggap Anda adalah menantu yang rajin bangun pagi dan rajin membantu pekerjaan rumah. Hal ini yang memberikan nilai lebih untuk diri Anda sendiri dan pastinya disayang mertua.
- Bantulah suami Anda untuk menjadi orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Nasehatilah ia agar senantiasa melakukan hal tersebut. Sesungguhnya, bakti Anda pada ibu mertua adalah keberkahan bagi Anda. Jika ibu mertua Anda mendapati anak laki-lakinya (suami) yang membuat Anda marah, ia akan mencegah dan membantu membuat Anda kembali damai dan rukun.
- Jangan mengomentari suami ketika ia mempersembahkan hadiah untuk ibunya. Sebaliknya, bantulah ia agar semakin sering memberikan hadiah. Atau kalau bisa, cobalah untuk memberikan hadiah khusus untuk ibu mertua. Sesekali ajaklah makan bersama di luar rumah atau membelikan oleh-oleh ketika bepergian ke luar kota. Walaupun tidak mahal, tetapi paling tidak memperlihatkan bahwa Anda perhatian terhadap beliau.
- Adapun jika ibu mertua benar-benar memiliki sifat yang bakhil (pelit), hendaknya istri tidak terlalu sering memberitahu ibu mertua tentang sebagian besar interaksi keuangannya. Hendaknya ia tidak terlalu sering membicarakan jumlah uang yang dibelanjakan, baik untuk pakaian maupun yang lain.
- Ajarilah anak-anak agar mereka mau mencintai, menyayangi, mentaati, dan menghormati neneknya. Ajaklah mereka untuk selalu mengunjunginya dan jangan jauhkan neneknya dari mereka. Ajarkan kepada mereka tata cara dan adab berkunjung kepada neneknya.
- Terakhir, hendaklah para istri memahami bahwa suatu saat mereka juga akan menjadi ibu mertua. Oleh karena itu, hendaklah mereka selalu berinteraksi dengan baik terhadap ibu mertuanya.

No comments:
Post a Comment