Pintu-Pintu Masuk Setan ke Dalam Jiwa
Bagian terpenting pada diri manusia adalah hatinya. Karena hati ibarat raja, sedangkan anggota badan lainnya sebagai pengikut dan pelayannya. Anggota badan melayani hati sebagaimana rakyat melayani raja.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ
الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ
الْقَلْبُ
"Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, seluruh tubuh baik. Jika ia rusak, seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah (segumpal daging) itu ialah hati." (HR. Bukhari)
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Hati dikhususkan dengan ini karena ia merupakan pemimpin badan. Dengan kebaikan pemimpin merupakan kebaikan rakyat, dan dengan kerusakan pemimpin merupakan kerusakan rakyat. Dan di dalam hadits ini terdapat peringatan tentang pengagungan kedudukan hati, serta anjuran terhadap kebaikannya. Juga mengisyaratkan bahwa usaha yang baik memiliki pengaruh pada hati“.[Fathul-Bari, syarah hadits no. 52]
Hati ibarat benteng, sedangkan setan merupakan musuh yang hendak memasuki dan menguasainya. Tidak mungkin menjaga benteng itu, kecuali hanya dengan menjaga pintu-pintu masuknya. Dan orang yang tidak mengetahui pintu-pintu itu, maka tidak mungkin ia dapat menjaganya. Demikian juga, kita tidak mungkin mencegah setan memasuki hati kecuali dengan mengetahui pintu-pintu masuk setan dan menjaganya.
Diantara pintu-pintu masuk syetan ke dalam benteng (hati) tersebut adalah :
- Marah dan Syahwat
- Dengki dan Tamak
- Kenyang dengan Makanan Sekalipun Halal dan Bersih
- Suka Berhias dengan Materi Dunia
- Tamak Kepada Manusia
- Terburu-Buru dan Tidak Mengkonfirmasi Persoalan
- Dirham, Dinar, dan Segala Macam Harta Kekayaan
- Bakhil dan Takut Miskin
- Fanatik Kepada Madzhab dan Hawa Nafsu, Mendengki Lawan dan Melecehkannya
- Mengajak Orang Awam untuk Berfikir Tentang Dzat Allah
- Buruk Sangka kepada Kaum Muslimin
6 Hal Diantaranya untuk Mencegah Agar Syetan Tidak Masuk ke Dalam Hati :
- Berilmu (Memahami) Tentang Pintu-Pintu Masuk Setan Tersebut.
- Ikhlash.
- Berdzikir dan Memohon Perlindungan kepada Allah SWT.
- Menundukkan Pandangan dan "Meninggalkan" Kemewahan.
- Iltizam dengan Jama'ah.
- Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW yang Shahih.
Sumber : Tazkiyatun Nafs - Said Hawwa

No comments:
Post a Comment