Friday, 22 May 2015

Dahsyatnya Istighfar

 Dahsyatnya Istighfar

 Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا ، وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا ، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

 “Barangsiapa konsisten beristighfar, maka Allah memberinya pelipur lara dari semua kesedihan, memberinya solusi atas semua kesulitan, dan memberi rizki dari arah yang tak pernah diduga.(HR. Ibnu Majah)


مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”  (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah)


Hadits yang sedang kita bahas sekarang mengajak kita konsisten beristighfar, karena istighfar membersihkan kehidupan orang Muslim dari maksiat dan dosa. Juga memberikan pelipur lara dari semua kesedihannya, solusi atas semua kesulitannya, dan keran-keran rizki dibuka untuknya dari arah yang tidak pernah terlintas di benaknya.

Beberapa dalil tentang keutamaan Istighfar

Allah ta’ala berfirman:


وَ الَّذينَ إِذا فَعَلُوا فاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَ مَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللَّهُ وَ لَمْ يُصِرُّوا عَلى‏ ما فَعَلُوا وَ هُمْ يَعْلَمُونَ


"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri[229], mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui". (Qs. Ali Imran : 135)

[229]  yang dimaksud perbuatan keji (faahisyah) ialah dosa besar yang mana mudharatnya tidak Hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba. menganiaya diri sendiri ialah melakukan dosa yang mana mudharatnya Hanya menimpa diri sendiri baik yang besar atau kecil.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam bersabda:

Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan menghilangkan kalian dari muka bumi dan Allah akan mendatangkan suatu kaum lain yang berbuat dosa, lalu beristighfar (memohon ampun) kepada Allah Ta’ala. Dan Allah mengampuni mereka”. (HR. Muslim)

Allah ta’ala berfirman:

وَ يا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّماءَ عَلَيْكُمْ مِدْراراً وَ يَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلى‏ قُوَّتِكُمْ وَ لا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمينَ

"Dan (Dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." (Qs. Huud : 52)

Allah ta’ala berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كانَ غَفَّاراً

يُرْسِلِ السَّماءَ عَلَيْكُمْ مِدْراراً
  وَ يُمْدِدْكُمْ بِأَمْوالٍ وَ بَنينَ وَ يَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَ يَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهاراً
10.  Maka Aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun-,
11.  Niscaya dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,
12.  Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.
(QS. Nuh : 10 - 12)

Allah ta’ala berfirman:

وَ أَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتاعاً حَسَناً إِلى‏ أَجَلٍ مُسَمًّى وَ يُؤْتِ كُلَّ ذي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَ إِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخافُ عَلَيْكُمْ عَذابَ يَوْمٍ كَبيرٍ

"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang Telah ditentukan dan dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat." (QS. Huud : 3)


Istighfar anak kepada orang tuanya akan mengangkat derajat orang tuanya ke dalam surga.

Rasulullah SAW bersabda :


إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ أَنَّى لِي هَذِهِ فَيَقُولُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ
 “Bahwasanya Allah mengangkat derajat seseorang hamba-Nya di dalam surga, maka si hamba itu bertanya : dari manakah saya memperoleh derajat ini, ya Tuhanku ? Allah menjawab : “Derajat ini kamu peroleh dari istighfar yang dilakukan oleh anakmu.” (H.R. Ahmad)

Rasullullah saw bersabda :

Barangsiapa berkata, “Aku minta ampunan kepada Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia Yang Maha Hidup dan Maha Mengurusi Makhluq-Nya dan bertaubat kepada-Nya, “maka dosa-dosanya diampuni, kendati ia melarikan diri dari perang.

Sebelum wafat Rasululllah SAW sering berdo’a dengan do’a berikut,

Maha suci Allah dengan memuji-Nya.Aku meminta ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya .”

Dan dalil-dalil lainnya.



===========================================================


Hikmah Hadist ditinjau dari Aspek Dakwah dan Aspek Tarbiyah

Banyak pelajaran yang bias diambil dari hadist bab ini ditinjau dari aspek dakwah dan aspek tarbiyah. Diantaranya sebagai berikut :

1. Orang muslim perlu konsisten dalam beristighfar, sebagaimana orang konsisten dalam memperhatikan kebutuhan primer yang menjadi pilar hidupnya. Hal ini bisa dibantu dengan hal-hal berikut:

a. Orang muslim ingat peran istighfar dalam mendidik dan mensucikan jiwa
b. Orang muslim ingat peran istighfar itu menghilangkan seluruh kesedihan.
c. Orang muslim tahu istighfar itu menyirnakan seluruh kesulitan
d. Orang muslim tahu istighfar itu memperbanyak rizki dan anaknya, bahkan membuka pintu-pintu rizki dari arah yang tidak terlintas dihatinya.
e. Orang muslim tahu istighfar itu memberkahi umur atau ajalnya

2. Realitas agama ini menentukan seseorang tidak boleh memandang dirinya sebagai malaikat, tapi sebagai manusia, yang bisa salah atau benar. Solusi kesalahan ini ialah bertaubat dan beristighfar, sebab Rasulullah SAW bersabda,

“Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, andai kalian tidak berdosa, maka Allah melenyapkan kalian, lalu mendatangkan orang-orang yang berdosa lantas minta ampunan kepada Allah dan Diapun mengampuni mereka.

3. Islam respek dengan aspek spriritual manusia, dengan membuat undang-undang, yang mengisi dan menguatkan spiritual mereka. Ini sangat kontras dengan undang-undang produk manusia yang melupakan aspek spiritual. Wal hasil, kehidupan menjadi seperti hutan yang penuh binatang buas, hewan-hewan pemangsa dan kepemimpinan atau kekuasaan menjadi milik siapa yang paling kuat di dalamnya.***

Sumber : Kitab "Taujihat Nabawiyah ala Ath-Rhariq" DR. As-Sayyid Muhammad Nuh

No comments: