شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى
لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (Al Baqarah [2] : 185)
1. Obat Penawar dan Rahmat Bagi Orang Beriman
Allah SWT berfirman :
وَ نُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ ما هُوَ شِفاءٌ وَ رَحْمَةٌ
لِلْمُؤْمِنينَ وَ لا يَزيدُ الظَّالِمينَ إِلاَّ خَساراً
“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian." (QS. Al-Israa’ 17: 82)
2. Anugerah Bagi Hamba yang Beriman
Allah SWT berfirman :
إِنَّ الَّذينَ يَتْلُونَ كِتابَ اللَّهِ وَ أَقامُوا الصَّلاةَ
وَ أَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْناهُمْ سِرًّا وَ عَلانِيَةً يَرْجُونَ تِجارَةً لَنْ
تَبُورَ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah Subhanahu wa
Ta’ala dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rizki yang
Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan,
mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi." (QS Fathiir [35] : 29)
لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَ يَزيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ
إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
"Agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari anugerah-Nya. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Fathiir [35] : 30)
3. Manusia terbaik diantara manusia lainnya
Rasulullah SAW bersabda :
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [Al-Bukhari 5027]
4. Al-Quran akan menjadi pemberi syafaat bagi ahlinya pada hari kiamat nanti
عَنْ أَبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِىُّ رضى الله عنه قَالَ سَمِعْتُ
رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ
شَفِيعًا لأَصْحَابِه
“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]
5. Akan dibersamai oleh para Malaikat mulia lagi taat
Dari Ummul Mu`minin ‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ
السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ
فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ
“Yang membaca Al-Qur`an dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Qur`an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” [Al-Bukhari 4937, Muslim 244]
6. Membaca Al-Quran akan mendapat ganjaran/ kebaikan berlipat-lipat
عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ
فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ
وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ »
“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.”
(HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)7. Seseorang boleh iri kepada orang yang Allah berikan keahlian kepadanya tentang Al-Quran, dan dia membacanya siang dan malam
لَا حَسَدَ إِلَّا عَلَى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ
هَذَا الْكِتَابَ فَقَامَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ وَرَجُلٌ
آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَتَصَدَّقَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ
“Tidak boleh iri kecuali dalam dua hal: Pertama, kepada orang yang Allah berikan keahlian kepadanya tentang Al-Qur’an, kemudian dia membacanya siang dan malam. Kedua, kepada orang yang diberikan rizki lebih oleh Allah, dan dia menginfakkannya siang dan malam.”
(Muttafaq ‘Alaih)8. Para penghafal Al-Quran adalah keluarga Allah yang memiliki kekhususan dan keistimewaan disisi-Nya
Rasulullah SAW bersabda :
Artinya: “Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia.” Sahabat bertanya, “Siapakah mereka wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ahlul Quran, mereka adalah keluarga Allah, dan orang yang memiliki keistimewaan di sisi-Nya.” (Ahmad: 12301, Nasa’i: 7977 dan Ibnu Majah: 215)
إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ , قَالُوا : يَا رَسُولَ
اللهِ ، مَنْ هُمْ ؟
قَالَ : هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ ، أَهْلُ اللهِ وَخَاصَّتُهُ
Artinya: “Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia.” Sahabat bertanya, “Siapakah mereka wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ahlul Quran, mereka adalah keluarga Allah, dan orang yang memiliki keistimewaan di sisi-Nya.” (Ahmad: 12301, Nasa’i: 7977 dan Ibnu Majah: 215)
9. Ketenangan dan rahmat akan meliputi para penghafal (belajar) Al-Quran dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk-makhluk yang berada di sisi-Nya
Rasulullah SAW bersabda :
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِيْ بَيِتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ
يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ
عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ
الرَّحْمَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ
“Suatu kaum tidak berkumpul di suatu rumah dari rumah Allah ta’ala (masjid) dalam rangka membaca dan tadarus Al-Qur’an, kecuali mereka dianugerahi ketenangan, diliputi rahmat, dikerumuni malaikat, dan dibanggakan Allah dihadapan para malaikat-Nya.” (HR Muslim)
10. Allah mengangkat dan merendahkan (menghinakan) derajat seseorang atau suatu kaum dengan Al-Quran
Dari shahabat ‘Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
إنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الكِتَابِ أقْوَاماً وَيَضَعُ بِهِ
آخرِينَ
“Sesungguhnya Allah dengan Al-Qur`an ini mengangkat suatu kaum, dan menghinakan kaum yang lainnya.”[HR. Muslim 269]
11. Penghafal Al-Quran akan diberikan mahkota kepada orang tuanya dan ia memberi syafaat kepada sepuluh anggota keluarganya
مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ أُلْبِسَ
وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ
فِي بُيُوتِ الدُّنْيَا لَوْ كَانَتْ فِيكُمْ فَمَا ظَنُّكُمْ بِالَّذِي عَمِلَ
بِهَذَا فيقولان: بم أعطينا هذا؟ فيقال: بأخذ ولد كما للقرآن.
"Barangsiapa membaca Al-Qur`an dan mengamalkannya, maka -pada hari kiamat- akan dipakaikan kepada kedua orang tuanya sebuah mahkota yang berkilau, yang sinarnya lebih baik dari sinar mentari, maka keduanya berkata: “Mengapa kami diberi mahkota ini? Maka dikatakan: “Karena anakmu mengambil (membaca dan mengamalkannya) Al-Qur`an”. [HR. Abu Dawud, Ahmad, dan Al-Hakim] [Tetapi Syeikh Abdul Qadir Al-Arnauth mengomentari hadits ini di dalam tahqiq kitab At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’an, hal:16: “Isnadnya dha’if”. Demikian juga didha’ifkan oleh Syeikh Al-Albani di dalam kitab Dha’if Jami’ush Shaghir no:5762; Al-Misykat no:2139 dan Dha’if Abi Dawud no:239.)
“Barangsiapa yang membaca Al-Quran kemudian menghafalkannya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, memberikan syafaat kepada sepuluh anggota keluarganya, semuanya terhindar dari api neraka.” (HR. Ibnu Majah, 216)
“Barangsiapa yang membaca Al-Quran dan mengamalkannya, maka akan dipakaikan kepada kedua orangtuanya yang sinarnya lebih terang dari sinar matahari di dunia pada hari kiamat nanti, kalaulah sekiranya ada bersama kalian, maka apa perkiraan kalian tentang orang yang mengamalkannya.” (HR. Abu Dawud, 1455)
Mu’az al-Juhani ra berkata: Rasulullah saw bersabda:
Barangsiapa membaca al-Qur’an dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, maka pada hari kiamat nanti, kedua orangtuanya akan dipakaikan mahkota yang cahayanya lebih indah daripada cahaya matahari yang menyinari rumah-rumah kalian. Kalaulah hal itu terjadi pada diri kalian, bagaimana halnya terhadap yang mengerjakannya.
Hadis da’if, diriwayatkan oleh Abu Dawud (hadis no. 1241). Dalam sanadnya terdapat Zabban ibn Fa’id, yang dinilai da’if oleh beberapa ulama (lihat biografinya dalam Tahdzib al-Kamal, karya al-Mizzi, jil. IX, h. 281-282; Taqrib al-Tahdzib, karya Ibn Hajar, h. 213).
Ali ibn Abi Talib ra berkata: Rasulullah saw bersabda:
Barangsiapa yang membaca al-Qur’an dan menampakkannya, yaitu dengan menghalalkan apa yang dihalalkan al-Qur’an dan mengharamkan apa yang diharamkannya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, dan akan dapat memberikan syafa’at/pertolongan terhadap sepuluh orang karabatnya, yang semuanya sudah ditentukan masuk ke dalam neraka.
Hadis da’if, diriwayatkan oleh al-Tirmizi (hadis no. 2830). Menurut beliau, dalam sanad hadis ini terdapat perawi yang dinilai da’if, yaitu Hafs bin Sulaiman (lihat biografinya dalam kitab Tahdzib al-Kamal, karya al-Mizzi, jil VII, h. 10-12; Taqrib al-Tahdzib, karya Ibn Hajar, h. 172). Menurut penulis, hadis ini mempunyai beberapa penguat sehingga masih dapat dikatagorikan da’if, meski Hafs sendiri mempunyai kredibilitas periwayatan hadis yang rendah, lebih dari sekedar da’if, yaitu da’if jiddan.
"Dari Abu Hurairah r.anhu, dari Nabi SAW, beliau bersabda,"Pada hari kiamat nanti Al-Qur'an dihadirkan dihadapan Allah SWT, maka ia berkata,"Ya Tuhanku, berikanlah pakaian kepadanya (kepada ahli Al-Qur'an), maka kemudian Allah memakaikan kepada orang tersebut mahkota kemuliaan, kemudian Al-Qur'an berkata,"Ya Tuhanku, tambahkan lagi untuknya," maka orang tersebut dipakaikan pakaian kemuliaan," kemudian Al-Qur'an berkata lagi,"Ya Tuhanku, ridhoilah ia," maka Allah SWT pun meridhoinya, dan dikatakan kepada orang tersebut,"Bacalah, dan naikkanlah derajatmu di surga dengan membacanya, maka orang tersebut diberikan kebaikan pada setiap ayat yang dibacanya."

No comments:
Post a Comment