العجلة من الشيطان إلا في خمس إطعام الطعام إذا حضر الضيف
وتجهيز الميت إذا مات وتزويج البكر إذا أدركت وقضاء الدين إذا وجب والتوبة من
الذنب إذا أذنب
“Dikatakan, “Ketergesa-gesaan itu dari setan, kecuali dalam lima perkara: menghidangkan makanan jika tamu telah hadir, mengurusi jenazah jika telah wafat, menikahkan anak gadis jika telah baligh, menunaikan utang jika telah jatuh tempo, dan bertobat dari dosa jika telah melakukan dosa”. [HR. Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (8/78)]
Tergesa gesa adalah pekerjaan setan kecuali lima perkara:
- Menyajikan makanan ketika ada tamu
- Mengurus mayit ketika ia mati
- Menikahkan seorang gadis jika sudah bertemu jodohnya
- Melunasi utang ketika sudah jatuh tempo
- Segera bertaubat jika berbuat dosa.”
Hatim Al-Ashom -rahimahullah- menggunakan kata (العجلة) yang berarti “tergesa-gesa”, namun bukan itu yang dimaksudkan oleh beliau. Tapi maksudnya adalah “bersegera”.
Ali bin Sulthon Al-Qori -rahimahullah- berkata,
“Ada perbedaan antara bersegera menuju ketaatan-ketaatan dan antara tergesa-tergesa dalam ibadah itu sendiri. Maka yang pertama (bersegera) adalah terpuji, sedang yang kedua (tergesa-gesa) adalah tercela”. [Lihat Mirqoh Al-Mafatih (14/360)]
Contohnya, seorang disyariatkan untuk bersegera mendatangi panggilan adzan, namun ia tidak disyariatkan lari tunggang-langgang, karena ia adalah sikap tergesa-gesa yang tercela.
Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
“Jika kalian mendengarkan iqomat, maka berjalanlah menuju sholat dan lazimilah ketenangan dan janganlah terburu-buru. Apa yang kalian jumpai (dari gerakan sholat), maka lakukanlah dan apapun yang luput bagi kalian, maka sempurnakanlah”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (no. 636) dan Muslim dalam Shohih-nya (602)]
Al-Imam Ibnu Qoyyim Al-Jawziyyah -rahimahullah- berkata saat menjelaskan perbedaan antara “bersegera” (المبادرة), dan “tergesa-gesa” (العجلة),
“Sesungguhnya bersegera adalah memanfaatkan kesempatan pada waktunya, dan tidak meninggalkannya sampai jika telah luput, maka ia pun mencarinya. Jadi, ia tidaklah mencari urusan-urusan itu setelahnya dan tidak pula sebelumnya. Bahkan jika telah datang waktunya, maka ia bersegera menuju kepadanya, dan ia melompati (meraih)nya seperti singa menerkam mangsanya. Maka ia sama kedudukannya dengan orang bersegera mengambil buah saat sempurnanya pemetikan buah itu.
Sedang ketergesa-gesaan adalah mengambil sesuatu sebelum waktunya. Jadi, ia (orang yang tergesa-gesa), karena ketamakannya atas hal itu, maka ia sama kedudukannya dengan orang yang mengambil buah sebelum waktu pemetikannya secara keseluruhan.
Jadi, bersegera adalah pertengahan di antara dua akhlaq yang tercela. Pertama: keteledoran dan penyia-nyiaan. Kedua: sikap terburu-buru sebelum waktunya. Oleh karena inilah “ketergesa-gesaan” berasal dari setan, karena ia adalah kekurang hati-hatian, kurang berpikir, dan sikap terburu-buru pada diri seorang hamba, yang akan menghalanginya dari memperjelas (mengecek), bersikap tenang, dan pelan dan akan menyebabkan baginya peletakan sesuatu bukan pada tempatnya serta akan menyeret kepadanya berbagai macam keburukan dan menghalanginya dari berbagai macam kebaikan.
Sikap tergesa-gesa adalah partner penyesalan. Katakanlah, “Tidaklah ia (seseorang) tergesa-gesa, kecuali ia akan menyesal”, sebagaimana halnya kemalasan adalah partner bagi luputnya (sesuatu) dan tersia-siakannya”.
[Lihat Ar-Ruh fil Kalam ala Arwah Al-Amwaat wal Ahyaa’ bid Dala’il minal Kitab was Sunnah (hal. 258), cet. Darul Kutub Al-Ilmiyyah, 1395 H]
Ali bin Sulthon Al-Qori -rahimahullah- berkata,
“Ada perbedaan antara bersegera menuju ketaatan-ketaatan dan antara tergesa-tergesa dalam ibadah itu sendiri. Maka yang pertama (bersegera) adalah terpuji, sedang yang kedua (tergesa-gesa) adalah tercela”. [Lihat Mirqoh Al-Mafatih (14/360)]
Contohnya, seorang disyariatkan untuk bersegera mendatangi panggilan adzan, namun ia tidak disyariatkan lari tunggang-langgang, karena ia adalah sikap tergesa-gesa yang tercela.
Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
“Jika kalian mendengarkan iqomat, maka berjalanlah menuju sholat dan lazimilah ketenangan dan janganlah terburu-buru. Apa yang kalian jumpai (dari gerakan sholat), maka lakukanlah dan apapun yang luput bagi kalian, maka sempurnakanlah”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (no. 636) dan Muslim dalam Shohih-nya (602)]
Al-Imam Ibnu Qoyyim Al-Jawziyyah -rahimahullah- berkata saat menjelaskan perbedaan antara “bersegera” (المبادرة), dan “tergesa-gesa” (العجلة),
“Sesungguhnya bersegera adalah memanfaatkan kesempatan pada waktunya, dan tidak meninggalkannya sampai jika telah luput, maka ia pun mencarinya. Jadi, ia tidaklah mencari urusan-urusan itu setelahnya dan tidak pula sebelumnya. Bahkan jika telah datang waktunya, maka ia bersegera menuju kepadanya, dan ia melompati (meraih)nya seperti singa menerkam mangsanya. Maka ia sama kedudukannya dengan orang bersegera mengambil buah saat sempurnanya pemetikan buah itu.
Sedang ketergesa-gesaan adalah mengambil sesuatu sebelum waktunya. Jadi, ia (orang yang tergesa-gesa), karena ketamakannya atas hal itu, maka ia sama kedudukannya dengan orang yang mengambil buah sebelum waktu pemetikannya secara keseluruhan.
Jadi, bersegera adalah pertengahan di antara dua akhlaq yang tercela. Pertama: keteledoran dan penyia-nyiaan. Kedua: sikap terburu-buru sebelum waktunya. Oleh karena inilah “ketergesa-gesaan” berasal dari setan, karena ia adalah kekurang hati-hatian, kurang berpikir, dan sikap terburu-buru pada diri seorang hamba, yang akan menghalanginya dari memperjelas (mengecek), bersikap tenang, dan pelan dan akan menyebabkan baginya peletakan sesuatu bukan pada tempatnya serta akan menyeret kepadanya berbagai macam keburukan dan menghalanginya dari berbagai macam kebaikan.
Sikap tergesa-gesa adalah partner penyesalan. Katakanlah, “Tidaklah ia (seseorang) tergesa-gesa, kecuali ia akan menyesal”, sebagaimana halnya kemalasan adalah partner bagi luputnya (sesuatu) dan tersia-siakannya”.
[Lihat Ar-Ruh fil Kalam ala Arwah Al-Amwaat wal Ahyaa’ bid Dala’il minal Kitab was Sunnah (hal. 258), cet. Darul Kutub Al-Ilmiyyah, 1395 H]

No comments:
Post a Comment