Saturday, 9 May 2015

Yang Disukai Untuk Dilakukan Oleh Orang Yang Berpuasa


1. Menyegerakan Berbuka.

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْإِفْطَارَ وَأَخَّرُوا السُّحُورَ

Dari Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda, ‘Umatku senantiasa mendapatkan kebaikan manakala mereka menyegerakan ifthar (berbuka) dan mengakhirkan sahur. (HR. Amhad)

2. Sahur dan Men-Ta'khir-kannya.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَة

Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda: ‘Makan sahurlah kalian, karena dalam makan sahur itu terdapat barokah.(HR, Bukhari Muslim)

3. Qiyamul Lail (Tarawih)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa shalat malam pada bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, niscaya diampunilah dosa-dosanya yang telah lampau.” (HR. Bukhari Muslim)

Rasulullah SAW bersabda :

أَفْضَلُ الصَّلاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةَ صَلاةُ اللَّيْلِ

"Sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam" (HR. Muslim)

4. Menjaga diri dari hal-hal yang merusak puasanya (membatalkan pahalanya)


الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ يَوْمَئِذٍ وَلاَ يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

Puasa adalah tameng, maka apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah dia berkata kotor dan janganlah bertengkar dengan mengangkat suara. Jika dia dicela dan disakiti maka katakanlah saya sedang berpuasa.” (Shahih, HR. Muslim)

5. Menyibukkan diri dengan ketaatan kepada Allah (Dzikir, infaq, kerja sosial)



6. Memperbanyak Do’a Khususnya Saat Berbuka

Do’a yang dianjurkan banyak dibaca di bulan Ramadhan :

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

'Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku'' (HR. Tirmidzi)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa:

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

/Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/

(‘Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah’)” (HR. Abu Daud)

7. Tilawah Al-Qur’an dan Kajian Islam


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
لاَ أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Dari Abdullah bin Mas’ud ra, Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah (Al-Qur’an), maka ia akan mendapatkan satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim sebagai satu haruf. Namun Alif merupakan satu huruf, Lam satu huruf dan Mim juga satu huruf.”
(HR. Tirmidzi)

8. Meningkatkan kesungguhan pada 10 malam terakhir (I’tikaf)







No comments: